Posted in Humanity

Pasar Kamis

Ekonomi menjadi alasan seseorang untuk mempertahankan hidup nya. Tak jarang bahkan kejahatan semakin merajarela karena alasan ekonomi.

Disamping kejahatan ekonomi, masih ada beberapa orang yang rela menghabiskan tenaga dan waktu nya untuk menghidupi keluarga nya, seperti berdagang.

Telah jadi kegiatan rutin di hari Kamis, pedagang ini berkumpul dengan masing-masing produk nya untuk mereka jual kepada masyarakat.
Demi keuntungan, bahkan pedagang rela mendatangi setiap desa, untuk menjual produk nya.
Barang yang dijual pun bermacam-macam, seperti sayuran, pakaian, alat rumah tangga, dan masih banyak lagi.

Menurut Pak Toto, salah satu pedagang mengatakan bahwa dengan mendatangi setiap desa, mampu menaiki keuntungan dibandingkan hanya berjualan di pasar. Tentu saja dengan berkumpul nya para pedagang telah mendapat persetujuan dari ketua RW ditempat.

Selain itu, bagi warga mengenai pasar yang setiap kamis dilakukan ini memiliki dampak positif, salah satunya tidak harus banyak mengeluarkan biaya untuk kendaraan dan tidak membuang waktu banyak seperti pergi ke pasar.

Oleh karena itu, kegiatan Pasar Kamis ini memiliki dampak positif bagi pedagang dan warga. Pedagang pun sangat santun, karena tidak meninggalkan limbah disekitar lapangan. Hingga membuat para pembeli semakin ramai tiap kamis nya.

Posted in Puisi

Tercipta Karena Mu

Jutaan kata-kata aku berikan untuk mu
Semua tindakan baik ku kaulah yang punya
Bahkan senyuman ini beralasan, kau.
Yang dengan mudah kau putar semua
Kata-kata ku kau tak perdulikan lagi, sampah.

Tindakan ku kau abaikan, tak guna.
Senyuman ini kau buat air mata, Tamparan.

Aku baik, aku bisa menggerakan kaki ku untuk langkahan selanjutnya, Meninggalkan kau yang bahagia dengan pilihan mu,
Meninggalkan kenangan yang dulu ku anggap berharga.
Aku bisa tersenyum atas semua
Berkata bahwa kau hanya pantas menjadi embun dihati,
Yang pernah datang lalu pergi.
Dan terucap, Terima Kasih untuk kenangan juga penyesalan yang tercipta karena mu.

Posted in Novel

Bad Mission *part 1

Prolog

Untuk ku sebuah misi adalah bagian dari hidup. Jika berhasil ku pecahkan, maka hidup ku bisa dikatakan aman. Sebaliknya, jika ku gagal, hidup ku dipenuhi ancaman. Inilah aku yang terlahir dari keluarga Britch.

Sejak kecil, hidup ku dipenuhi dengan pelajaran. Salah satunya adalah menjadi mata-mata. Selama hidup, aku dirawat oleh tante Britch. Hingga ku besar, misi adalah kegiatan ku sehari-hari.

Tapi sungguh, misi ku bukan sebuah kebaikan. Semua misi yang keluarga Britch lakukan hanya demi kemakmuran keluarga kami perihal materi. Dan aku menyebutnya ‘BAD MISSION’

Nama asli ku adalah Cara Britch, aku pikir ini bukan nama tetap ku, karena setiap misi, aku harus berganti nama untuk tutupi identitas. Identitas pribadi dan keluarga.
Aku terlahir di keluarga kaya, hidup ku terjamin, namun tak sekalipun dapatkan kebahagiaan.

#

Pada suatu ketika, aku diberi misi oleh tante Britch, dan aku diperintah untuk datang ke ruangannya
Cara: ‘Ada apa?’
Britch: ‘Saya berikan mu misi penting’
Cara: ‘Katakan, apa yang harus aku hancurkan?’
Britch: ‘Keluarga Grend’
Cara: ‘Siapa mereka? Apa kita akan kuras harta mereka?’
Britch: ‘Mereka adalah kerajaan yang suatu saat akan hancurkan keluarga Britch. Dan bukan hanya kau kuras harta mereka, tapi kau juga harus bunuh mereka, termasuk pangeran Farell’
Cara: ‘Baik, aku harap kau beri ku seluruh informasi mengenai keluarga Grend’
Britch: ‘Akan ku kirimkan’

#

Pagi itu kulihat amplop di meja kerja ku
Cara: ‘Apa ini data yang tante kirimkan?’
Setelah ku buka, data itu dipenuhi informasi mengenai keluarga Grend, termasuk informasi mengenai pangeran Farell. Dering telpon berbunyi
Britch: ‘Selamat pagi putri kecil, sudah kau buka amplop di meja mu?’
Cara: ‘Saya sudah lihat dengan baik tante’
Britch: ‘Datang ke ruangan ku, dan kita akan bicarakan rencana’
Cara: ‘Tentu’

#

Dengan sigap ku datangi ruang Britch
Cara: ‘Rencana apa yang harus ku lakukan’
Britch: ‘Buat keluarga itu percaya akan kebaikanmu’
Cara: ‘Apa ini tentang penyamaran?’
Britch: ‘Nama mu kini, Dara’
Cara: ‘Dara?’
Britch: ‘Dekati pangeran itu, dan buat dia luluh padamu bagaimanapun caranya, paham?’
Cara: ‘Paham’
Britch: ‘Besok ku kirimkan putri kecil ku ini ke desa dekat kerajaan Grend’
Cara: ‘Baik tante’
Coming Soon Part 2….

Posted in Puisi

Kemuliaan Hati

Rasanya aku tak butuh sarapan dipagiku
Senyum mu cukup, tak rasakan lapar lagi
Matematika mungkin kelemahan ku
Tapi Suara mu semangat dalam kelemahan

Cibiran terdengar seperti kebencian untuk ku
Detak mu mengalihkan kebencian
Pukulan hal yang menyakitkan untuk ku
Ucapan mu adalah obat luka

Terkadang aku lemah
Kau adalah penutup kelemahan ku
Terkadang aku salah
Kau adalah petunjuk dalam kebaikan

Jangan larang aku jika aku terlalu mencinta mu
Jangan larang aku jika aku tak mau kau hilang
Dan jangan larang aku jika aku terlalu jatuh
Ya, jatuh dalam kemuliaan hati mu

Posted in Puisi

Jarak

Kita ibaratkan berada ditengah kaca
Mungkin terlihat, tapi tak bisa bersentuh
Tak bisa kugenggam jari mu,
Merasakan halusnya wajah mu,
Mengusap air mata mu

Walau terkadang aku bisa dengar suara mu
Bisa lihat segala pesan mu untuk ku
Tapi raga ku memaksa untuk memeluk mu
Aku bahkan rindu aroma mu
Parfume yang selalu kau terapkan
Rindu ku pada mu tak terbatas
Disetiap langkah ku bayang mu selalu hadir

Jarak yang amat jauh tak bisa merubah rasa kami semakin jauh
Rasa kami semakin dekat
Kepercayaan adalah ujian dan kunci

Aku mencintai mu,
Selalu..
Kemarin, saat ini, dan hari-hari yang akan datang

Posted in Puisi

Suara ku adalah Sajak ku

Kini suara ku tak dapat lantang memanggil
Bibir ku adalah kesunyiaan
Ucap ku terasa kaku
Saat kau ada disini

Detik berlalu sangat kencang
Lidah ku masih diam membisu
Aku gagu untuk kesekian kalinya
Saat kau ada disini

Sungguh aku tak lantang
Terucap kata cinta
Yang terasal dari suara ku
Yang hanya butuh kau dengarkan

Kini jangan tunggu ku mengucap
Tapi bacalah dengan bola mata
Kata ini wakilkan bahwa
Suaraku adalah sajak ku