Posted in Novel

Bad Mission *Part 3

Aku melihat semua orang berkumpul di satu meja makan yang sama. Selama ini aku selalu makan sendirian, Britch sibuk pada urusan nya.

Bunda: ‘Selamat pagi Dara, mari makan bersama’
Cara: ‘Selamat pagi’
Tasya: ‘Kau bisa duduk disebelah ku’
Nay: ‘Dia mungkin akan duduk dibawah meja makan’

Entah mengapa aku semakin membenci Nay

Farell: ‘Nay bukankah kita sudah bicarakan soal ini? Jangan sesekali kau bicara tak sopan pada tamu’
Nay: ‘Kakak begitu membela nya, dia hanya orang baru di sini, tak ada yang tahu dia miliki niat buruk’
Cara: ‘Jika adanya saya dirumah ini adalah masalah untuk mu, saya akan pergi’
Bunda: ‘Tidak nak, Nay berperilaku seperti ini pada orang baru, Bunda harap kau memaklumi’

Nay pergi tanpa pamit, sungguh rasanya lengan ku tak sabar ingin berika pisau pada nya

#

Malam ini, adalah malam Keluarga Grend yang paling mereka ingat, sebentar lagi Wanita tua itu akan lenyap. Tengah malam ku datangi kamar Wanita tua itu, dengan bawakan racun yang Britch berikan pada ku

Malam tiba, aku segera bergegas menuju kamar wanita tua itu. Tentu dengan penampilan yang ku ubah, menggunakan topeng dan pakaian yang dilengkapi perlengkapan khusus.

Tok… Tok… Tok…
Ku mendengar langkah kaki, segera ku gunakan tali untuk bersembunyi di langit-langit.
Mereka pergi. Aku mulai memasuki kamar nya, masukan racun paling mematikan ke dalam segelas air yang ada di sebelah nya. Ku pancing dengan menyentuhnya lalu bersembunyi. Wanita tua itu terbangun

Bunda: ‘Seperti ada yang menyentuh ku. Tenggorokan ku terasa kering (meminum air yang di isikan racun)’

Rasanya tak sekalipun mata ku melewati nya. Tiap leguk nya ku perhatikan

Aku segera pergi, biarlah dia merasakan sakit nya racun itu.

#

Beberapa jam berlalu, teriakan Nay terdengar jelas ditelinga ku. Aku bergegas ke ruangan wanita tua itu.

Cara: ‘Ada apa?’
Farell: ‘Bunda merasa kesakitan’
Tasya: ‘Saya akan panggil kan Smith’
Nay: ‘Sudah ku panggil kan’
Cara: ‘Siapa Smith?’
Farell: ‘Dia ahli penyakit kami, selama ini dia banyak membantu kami’
Cara: ‘Apa yang kau maksud Smith adalah Dokter?’
Farell: ‘Ya, kau bisa menyebut nya demikian’
Nay: ‘Sebaik nya tutup mulut mu Dara! Kau tak berguna disini’
Cara: ‘Mengapa saya selalu salah di mata mu?’
Nay: ‘Ikut aku (menarik tangan ku ke luar kamar)’

#

Nay: ‘Sejak kau datang ke keluarga kami, kau hanya jadi masalah disini!’
Cara: ‘Apa maksud mu? Kau salahkanku atas keadaan Bunda sekarang?’
Nay: ‘Ya! Mengapa?’
Cara: ‘Kau tak bisa salahkanku, kau tak berhak!’
Farell: ‘Cukup! Nay, sebaik nya temani Bunda, ini bukan waktu yang pas untuk fitnah Dara!’
Nay: ‘Kakak lagi-lagi bela wanita ini!’
Farell: ‘Pergi ke kamar Bunda!’

Nay pergi dengan kemarahan nya

Farell: ‘Aku akan temani Bunda, kau ikut?’
Cara: ‘Ya..’

#

Smith: ‘Bunda terselamatkan, racun belum tersebar keseluruh tubuh nya, aku sudah beri ramuan untuk penangkal racun’
Farell: ‘Benarkah itu Smith? Bunda akan membaik?’
Smith: ‘Benar Pangeran, untung saja kalian cepat menghubungiku’
Nay: ‘Racun apa yang ada di tubuh Bunda?’
Smith: ‘Jika racun ini terminum, saluran nafas korban akan terganggu, sehingga korban sulit dapatkan oksigen, jika tak di tindak lanjuti, mungkin nyawa nya dalam bahaya’

Aku tak percaya, ini kegagalanku yang pertama? Mengapa wanita tua ini selamat?

Cara: ‘Aku permisi’
Farell: ‘Dara!!’

Aku ingin menuangkan kemarahanku, tapi Pangeran itu selalu mengikuti

Farell: ‘Dara!! Tunggu, ada yang mau saya bicarakan’
Cara: ‘Ada apa?’
Farell: ‘Saya tau apa yang kau pikirkan?’
Cara: ‘Apa maksudmu?’
Farell: ‘Dara, maafkan atas ucapan Nay, Mungkin kau tak suka’
Cara: ‘Pangeran, saat kita bertemu, kau kenalkan mereka atas kebahagiaan, dan kini yang kudapat hanya tuduhan’
Farell: ‘Saya minta maaf soal tuduhan itu, tapi jangan kau salahkan kebahagiaan’
Cara: ‘Kau pintaku tak salahkan kebahagiaan atas apa yang kudapat hari ini?’
Farell: ‘Tuduhan mungkin bukan kau yang ciptakan, tapi kebahagiaan kau yang akan ciptakan’
Cara: ‘Bahkan sampai detik ini saya tak pernah ciptakan kebahagiaan, saya hanya……’
Coming soon part 4..

Advertisements

Author:

Langkah ini adalah momen yang ku ukir dalam kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s