Posted in Novel

Bad Mission *Part 2

Hari ini, misi ku akan segera dimulai. Tugas ku kali ini menjadi peri yang menyembunyikan pisau. Menurut informasi dari amplop itu, Pangeran Farell selalu datang ke Desa untuk melihat keadaan. Aku mencari-cari hingga seseorang menepuk ku dari belakang

‘Permisi…..’
Aku tak percaya sasaran ku datang dengan cepat.
Cara: ‘Ya?’
Farell: ‘Seperti nya anda asing di Desa ini, anda bukan dari Desa ini?’
Cara: ‘Lantas mengapa? Kau akan mengusir ku?’
Farell: ‘Tidak, anda salah paham. Maksud saya baik, saya hanya bertanya, mungkin anda tersesat. Sungguh saya tak ada niat buruk’

Aku berpikir dia orang bodoh. Mungkin bisa dengan mudah ku permainkan.

Cara: ‘Saya tersesat di Desa ini, saya tak mengenali siapa pun’
Farell: ‘Berasal dari mana? Mungkin bisa saya antar’
Cara: ‘Saya tak perlu kau antar, biarlah saya tersesat, saya bahkan tak miliki tempat tinggal’
Farell: ‘Tidak, Saya rasa wanita tak pantas diabaikan, itulah gunanya pria, untuk lindungi wanita, saya tak mau jadi pria yang tak bertanggung jawab. Kini kau tanggung jawab ku’
Cara: ‘Mengapa kau bicara seperti itu? Saya tahu, setiap pria ucapkan hal demikian, dan mereka tak berkonsisten atas ucapannya’
Farell: ‘Saya hanya ucapkan apa yang pasti saya tindak. Ketika saya tak mampu bertindak, maka saya tak akan ucap’
Cara: ‘Baik, saya paham’
Farell: ‘Ikutlah dengan ku, kau akan ku kenalkan dengan orang yang kuanggap penting, Keluarga ku’

Tanpa berpikir panjang, aku manfaatkan kesempatan ini.

#

Farell: ‘Ini Kerajaan ku, kau bisa tinggal di sini, bahagia bersama Keluarga kami’

Dia bahkan tak tau kedatanganku bukan untuk bahagia.

Cara: ‘Tentu’
Farell: ‘Akan ku kenalkan dengan Keluarga ku, mari..’

Aku mengikutinya, dan didepan ku ada wanita tua, dan 2 gadis muda

Farell: ‘Ini Bunda, wanita yang paling ku cinta, dia belahan hati untuk ku’
Bunda: ‘Selamat datang nak’

Hatiku berkata wanita ini adalah orang pertama yang akan ku lenyap kan.

Farell: ‘Ini Tasya, adik bungsu, dia selalu terlihat bahagia’
Tasya: ‘Hi kak, siapa nama mu?’
Farell: ‘Bahkan kakak belum bertanya.. Siapa nama mu?’
Cara: ‘Dara..’
Bunda: ‘Bahkan nama mu indah seperti wajah mu’

Aku hanya diam mendengar pujian, bahkan ini pujian pertama untuk ku.

Nay: ‘Bunda kau puji dia berlebihan. Dia terlihat seperti wanita biasa’

Mata ku mengarah pada wanita itu, dia terlihat membenci keberadaan ku di sini.

Farell: ‘Sebaik nya bicaralah yang baik pada tamu.. Maaf kan adik ku, dia kakak Tasya, dia Nay’
Cara: ‘Tak masalah’

Bahkan rasa nya aku ingin cepat lenyap kan dia.

#

Sampai lah aku di ruangan yang mereka sebut kamar. Rasa nya ini tempat ku susun rencana siapa yang akan ku lenyapkan pertama.

Farell: ‘Ini kamar mu, kau bisa istirahat disini’
Cara: ‘Baik, Saya lelah, mungkin butuh istirahat’
Farell: ‘Tentu’

#

Semalam ku pikirkan, wanita tua itu akan ku lenyap kan terlebih dahulu. Tak bisa bayangkan betapa hancur nya sang Pangeran melihat wanita itu lenyap.

Cara: ‘Malam ini, malam ini adalah waktu mengenaskan untuk mu wanita tua’

Tiba-tiba ketukan pintu terdengar

Farell: ‘Selamat Pagi, semua sudah menunggu mu di meja makan, saya rasa kau lapar’
Cara: ‘Saya tidak lapar’
Farell: ‘Sebaik nya cintai dirimu sendiri, kau belum makan sejak kemarin’
Cara: ‘Mengapa kau peduli?’
Farell: ‘Karena dengan kepedulian setidak nya orang bisa mencintai dirinya sendiri’
Cara: ‘Saya tidak mengerti mengapa kau membuang waktu mu untuk orang yang tak kau kenal’
Farell: ‘Aku mengenal mu, kau Dara bukan? Aku pikir peduli adalah bentuk kemanusiaan bukan tentang membuang waktu’
Cara: ‘Saya akan ke meja makan’

Kau bodoh, kau peduli pada malaikat maut keluarga mu sendiri, bukan nya kau usir aku, kau malah ajak aku ke meja makan.
Coming soon part 3…..

Advertisements

Author:

Langkah ini adalah momen yang ku ukir dalam kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s